Minggu, 19 Oktober 2008

Mengenal Jenis-jenis Strategi Pricing

Strategi pricing kadang menjadi suatu hal yang agak terlupakan dalam marketing mix. Padahal, strategi pricing mempunyai peranan yang sangat besar dalam laba perusahaan dan sudah seharusnya memperoleh pertimbangan yang sama layaknya dengan strategi promosi dan iklan. Harga yang tinggi atau rendah dapat mengubah volume penjualan dan gross margin secara dramatis.

Faktor-faktor lain juga menentukan strategi pricing. Antara lain five forces yaitu pesaing, pemain baru. supplier, produk substitusi dan pelanggan. Positioning juga menentukan strategi pricing Anda. Jika Anda memberi harga barang premium terlalu murah, maka pelanggan tidak akan percaya bahwa Anda memiliki kualitas yang cukup baik. Bwgitu pula jika Anda menetapkan harga terlalu tinggi, maka pelanggan bisa jadi akan beralih ke pesaing. Beberapa jenis strategi pricing adalah sebagai berikut:

Competitive pricing
Menggunakan harga ritel (atau grosir) sebagai acuan harga Anda. Apakah Anda menerapkan harga sedikit di bawah, diatas atau sama dengan competitor, tergantung pada strategi positioning Anda. Anda harus mengumpulkan informasi mengenai harga pesaing dan melekukan observasi dulu sebelumnya.

Cost plus mark up
Kebijakan ini adalah kebalikan dari competitive pricing. Disini Anda tidak melihat ke pasar, melainkan struktur biaya Anda senditi. Tentukan berapa keuntungan yang Anda inginkan dan masukkan ke dalam perhitungan biaya untuk menentukan harga jual. Melalui metode ini, maka akan ada unit margin yang jelas, namun harga bisa jadi tidak sesuai dengan ekspektasi pelanggan sehingga kurang menghasilkan laba.

Loss leader
Loss leader adalah item yang Anda jual dengan harga sama ataupun di bawah biaya dalam rangka menjaring pelanggan, yang juga akan membeli item-item dengan laba besar. Ini adalah teknik jangka pendek yang baik jika Anda memiliki pelanggan yang membeli banyak item secara bersamaan. Contohnya adalah Mie Sedap ketika pertama kali muncul, mereka menggempur Indofood dengan cara ini. Hasilnya, mereka sukses menggerus pangsa pasar Indofood.

Close out
Manfaatkan teknik pricing ini jika Anda memiliki persediaan lebih (excess inventory). Jual persediaan dengan diskon besar untuk menghabiskan persediaan. Kali ini tujuan Anda adalah meminimalisir kerugian, bukannya menghasilkan laba. Contohnya antara lain adalah CLEARANCE SALE atau obral di pertokoan yang sering kita jumpain.

Membership
Metode ini dilakukan dalam rangka segmentasi pelangan. Metode ini menarik pelanggan dari segmen yang menguntungkan dengan memberi mereka harga spesial. Bentuknya bisa berupa harga lebih rendah untuk item tertentu, diskon khusus, maupun hadiah produk gratis. Contohnya banyak, antara lain Vibiznews sendiri, menyediakan berbagai privilege bagi member premium, antara lain diskon khusus dan akses ke berbagai fasilitas.

Bundling & quantity discounts
Salah satu cara memberi reward pada orang yang membeli dalam jumlah besar adalah lewat quantity discount atau bundling. Tetapkan harga per unit lebih rendah ketika pelanggan membeli kuantitas dalam jumlah lebih banyak. Alternatif lainnya, tetapkan harga lebih rendah ketika pelanggan membeli sebundel produk atau beberapa item terkait. Gabungkan persediaan yang berlebih dengan item yang popular untuk menghindari kerugian. Atau gabungkan item popular dengan produk baru untuk menciptakan awareness. Contohnya sering kita jumpai pada ritel, dimana beberapa produk digabungkan menjadi satu bundle dan dilabeli harga khusus.

Versioning
Versioning popular pada produk jasa maupun teknikal, dimana Anda menjual produk yang sama dalam konfigurasi yang berbeda. Versi trial ataupun dasar mungkin diberikan dalam harga rendah atau gratis, dengan upgrade atau layanan tambahan dalam harga lebih tinggi. Contohnya banyak pada produk-produk software. Trial umumnya dapat diperoleh gratis lewat internet. Namun, untuk upgrade, kita harus membeyar sejumlah tertentu

Mana strategi pricing yang peling tepat bagi Anda? Pertimbangkan dengan baik dan putuskan dengan seksama.

Tidak ada komentar: