Jumat, 14 Juni 2013
99 Pelajaran Hidup Paling Mendasar yang perlu diketahui
1. Buatlah rasa bahagia menjadi sebuah prioritas.
2. Travel; lihatlah tempat-tempat di dunia sebanyak yang anda bisa.
3. Belajarlah bermain musik.
4. Hiduplah sederhana atau tidak melebihi kemampuan keuangan anda.
5. Maafkan diri anda sendiri. Maafkan orang lain. Demi kepentingan anda sendiri.
6. Belajarlah berenang.
7. Jangan menunda keceriaan.
8. Ambillah tanggung jawab terhadap hidup anda.
9. Apakah anda berpikir bisa atau anda berpikir anda tidak bisa, anda benar.” – maksudnya bisa dan tidak bisa ada di tangan anda sendiri.
10. Tetapkan target yang S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Attainable, Realistic and Timely)
11. Buatlah target yang kecil untuk jangka pendek dan target yang besar untuk jangka panjang.
12. Bayarlah keperluan anda pribadi pertama-tama, kemudian menabunglah minimal 10% dari penghasilan anda.
13. Ingatlah bahwa selalu ada 2 sisi untuk setiap peristiwa.
14. Sisihkan 5% dari penghasilan anda pada yang kurang beruntung.
15. Jangan melakukan pinjaman/hutang yang buruk.
16. Buatlah definisi anda sendiri tentang kesuksesan.
17. Jauhkan diri anda dari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan.
18. Ada istilah dalam bahasa Inggris : 4 R – Reduce, Reuse, Recycle, Recover.
19. Ikuti aturan emas : perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.
20. Berolah raga secara teratur.
21. Konsumsi makanan-makanan yang sehat.
22. Belajarlah cara-cara melakukan pertolongan pertama.
23. Kuasai minimal 1 bahasa asing.
24. Jadilah ahli / expert untuk suatu hal.
25. Tulislah sebuah buku, atau minimal artikel.
26. Perlakukan dengan baik anak-anak maupun binatang.
27. Kenalilah sejarah dasar dan geografi – dalam hal ini Indonesia.
28. Bangunlah kecerdasan emosi anda.
29. Taruhlah kotak pertolongan pertama, baik di rumah maupun mobil anda.
30. Periksakan kesehatan badan anda secara teratur.
31. Belajarlah menerima pujian.
32. Belajarlah menerima kritikan.
33. Jadilah diri anda sendiri.
34. Jangan mengambil tindakan ketika anda emosi / marah.
35. Pilihlah pasangan hidup anda dengan hati-hati; kebahagiaan hidup anda kelak banyak berasal dari keputusan anda yang satu ini.
36. Kekhawatiran adalah hal yang membuang-buang waktu.
37. Jangan mengendarai kendaraan ketika anda sedang mabuk.
38. Jangan pernah menyerah.
39. Minumlah banyak air putih.
40. Belajarlah sesuatu hal yang baru setiap hari.
41. Teruslah merasa bersyukur atas hal-hal yang anda terima.
42. Jangan bergosip.
43. Belarlah mengenai manajemen waktu sebaik-baiknya.
44. Ikuti naluri anda.
45. Akuilah terhadap orang –orang yang membantu anda.
46. Temukan mentor.
47. Bacalah buku setiap hari.
48. Antusias juga terhadap kesuksesan orang lain sebagaimana anda merasakan kesuksesan anda sendiri. 49. Jangan menunda.
50. Buatlah daftar/list hal-hal yang harus anda lakukan.
51. Banyaklah tersenyum, juga tertawa.
52. Akuilah kesalahan anda.
53. Tetaplah mendapat informasi, apakah dengan membaca koran atau melihat berita di tv
54. Meditasi. Aturlah waktu untuk menyendiri dan hening setiap hari.
55. Rapi dan teraturlah dengan hidup anda.
56. Jangan membeli barang karena barang tersebut sedang sale, padahal anda tidak terlalu membutuhkannya.
57. Hargai teman-teman dan keluarga anda.
58. Pujilah orang lain jika ada kesempatan.
59. Jangan membawa diri anda terlalu serius.
60. Jika mengalami saat-saat yang sulit, ingatlah pesan “badai pasti berlalu”.
61. Jika sesuatu tidak berjalan dengan baik, ingatlah bahwa beberapa hal terlihat buruk pada saat pertama kali.
62. Ingatlah selalu bahwa kesalahan adalah batu loncatan untuk sukses. Jadi jangan takut untuk gagal.
63. Milikilah rencana.
64. Pilihlah teman-teman anda dengan bijak: 80% pengalaman hidup anda – entah itu baik atau buruk – datang dari orang-orang yang sering bersama anda.
65. Jadilah luar biasa.
66. Bertekunlah.
67. Ketahuilah kapan anda harus memotong kerugian anda (cut your losses).
68. Lakukan pekerjaan anda dengan sebaik-baiknya.
69. Ingatlah bahwa hidup bukanlah sebuah gladi.
70. Jika anda tidak mengetahui jawabannya, katakanlah demikian; kemudian anda pergi dan cari jawabannya.
71. Ingatlah bahwa satu-satunya hal konstan di dunia ini adalah perubahan.
72. Mintalah apa yang anda inginkan.
73. Buatlah nilai tambah untuk orang lain.
74. Terapkan leverage. Leverage dapat diartikan menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang tetap atau lebih sedikit.
75. Bangunlah banyak sumber penghasilan, jangan mengandalkan 1 penghasilan saja.
76. Jadilah bos untuk anda sendiri : mulailah miliki bisnis pribadi.
77. Jangan tidak menepati janji, entah itu pada orang lain maupun pada diri sendiri.
78. Ujilah keyakinan anda dan tanyalah pada diri anda sendiri apakah yang anda yakini tersebut telah berjalan dengan semestinya (Maksudnya bukan keyakinan terhadap Sang Pencipta, namun misalkan keyakinan terhadap pekerjaan anda, teman wanita/pria anda, dll.).
79. Rasakan ketakutan yang anda hadapi, namun tetap lakukan hal tersebut.
80. Jangan khawatir terhadap apa yang orang-orang pikirkan terhadap anda.
81. Dengarkanlah nasihat orang lain, namun tetap buat keputusan di tangan anda sendiri.
82. Rubahlah sesuatu yang bisa anda rubah dan terimalah sesuatu yang tidak bisa anda rubah.
83. Bangunlah kreativas anda.
84. Latihlah kemampuan anda untuk lebih banyak mendengarkan.
85. Putuskan apa yang anda inginkan.
86. Fokuslah pada hal yang anda inginkan dibanding memikirkan hal-hal yang tidak anda inginkan.
87. Mulailah segera; setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah pertama.
88. Bersenang-senanglah.
89. Setiap kali anda jatuh, bangkitlah kembali. Orang sukses hanya bangkit 1 kali lebih banyak dari orang gagal.
90. Kejarlah mutu/keunggulan, bukan menjadi perfectionist.
91. Belajarlah untuk hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu atau masa depan.
92. Pro aktif.
93. Pilihlah ‘perang’ anda dengan bijak.
94. Jangan berdebat soal keterbatasan anda.
95. Belajarlah melihat hal-hal luar biasa pada hal-hal yang biasa.
96.Tidak ada orang yang dapat memandang rendah anda tanpa seijin anda.
97. Temukan pekerjaan yang anda cintai.
98. Ingatlah pepatah: ”anda menangkap lebih banyak lalat dengan madu.”
99. Miliki pengetahuan tentang keuangan.
Senin, 10 Oktober 2011
Komponen Menentukan dalam Menjual
Oleh Abdul Majid Jumat, Januari 14, 2011
Cerita dibawah ini memberikan masukan kepada saya bahwa ada beberapa komponen yang menentukan kesuksesan penjualan produk dan jasa yaitu: konsumen yang menjadi target, harga produk, kemasan, waktu dan ketersediaan produk, tenaga penjual.
Saya sering memperhatikan penjual kue yang lewat di depan rumah saya setiap pagi dan sore hari. Saya tidak tertarik pada orangnya meski ia berpenampilan rapih dan bersih, saya hanya memperhatikan dagangannya berupa beberapa jenis makanan gorengan dan rebusan yang saya tidak tahu apa namanya, meskipun saya pernah beberapa kali membeli.
Satu kemasan plastik yang diikat dengan staples berisi tiga buah kue dengan harga Rp.5000,-, kemahalan untuk kantong saya, karena untuk kue yang sama saya bisa mendapatkan harga jauh lebih murah dengan membeli di tempat lain. Ketika saya tanya kenapa harga jual kue begitu mahal, jawabnya karena memperhitungkan modal pembuatan kue dan upah untuknya sehingga harga tidak bisa lebih murah. ketika saya tanya apakah akan terjual habis dengan harga yang begitu mahal, ia menjawab:'sangat jarang kue habis terjual".
Selama empat bulan saya melihat ia menjual kue tersebut, saya masih sesekali membeli dan seperti hari-hari sebelumnya kue yang ia jual tetap saja tidak banyak terjual. Saya menyimpulkan karena harga yang mahal tidak sebanding dengan rasa dan jumlahnya
Kini bulan kelima saya tidak lagi melihatnya menjual kue, entah kenapa, mungkin karena selalu tidak laku terjual. atau karena ia telah mendapatkan pekerjaan baru. Demikianlah, Cerita di atas mengilhami saya untuk menulis artikel ini.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ada beberapa komponen yang menentukan kesuksesan penjualan produk dan jasa yaitu: konsumen yang menjadi target, harga produk, kemasan, waktu dan ketersediaan produk, tenaga penjual.
Konsumen yang menjadi target.
Ada konsumen yang sensitif dengan harga, ada konsumen yang menyukai tampilan pisik produk, ada konsumen yang sensitif dengan tenaga penjual, ada juga konsumen yang semata-mata menyukai kwalitas.
Bila anda memiliki produk yang dapat memenuhi keinginan semua segmen konsumen tentu saja lebih baik.
Tapi karena anda hampir tidak mungkin menjual produk untuk semua segmen konsumen maka anda harus memilih segmen konsumen tertentu untuk memasarkan produk anda, misalnya kelompok anak sekolah SMA, siswa perempuan, karyawan perusahaan swasta, dll.
Setiap segmen konsumen memiliki pola dan selera masing-masing. karena itu anda harus mengetahui selera dan keinginan tiap segmen konsumen yang menjadi target.
Harga
Untuk menentukan harga jual suatu produk kita harus memperhitungkan biaya bahan baku, biaya dalam proses pembuatan dan pengemasan, biaya distribusi produk, upah tenaga kerja, lalu keuntungan untuk pengembangan dan kelangsungan hidup usaha.
Menentukan harga jual suatu produk tidak terlepas dari pertimbangan apakah harga jual yang kita tetapkan sesuai dengan kwalitas dan kwantitas produk yang kita jual dan dapat bersaing dengan produsen lain.
Kemasan.
Coba anda bandingkan dua buah mobil mercedez yang satu anda cat dengan cat semprot yang banyak dijual di toko bangunan. dan satunya lagi dicat dengan teknik dan bahan cat asli dari produsennya.
Bagaimana kalau pizza anda kemas memakai kantong plastik, lalu anda kemas kfc dengan bungkus daun pisang, seperti pembungkus nasi di restoran, tidak menarik bukan?. Produk yang tidak begitu berkwalitas sekalipun, dapat menarik perhatian konsumen karena daya tarik pembungkusnya. Seorang teman saya dengan suka cita memperlihatkan sepeda motor china yang ia beli dan memiliki body yang sangat mirip dengan sepeda motor produk yamaha.
Waktu dan ketersediaan produk dan layanan.
Setiap pagi pada waktu yang sama saya selalu sarapan dengan kue. Dan penjual kue yang lewat di depan rumah saya selalu lewat setengah jam lebih lambat dari waktu saya sarapan. Padahal kalau ia menawarkan kue pada waktu sebelum saya sarapan, besar kemungkinan saya akan membeli kuenya.
Dua minggu yang lalu mesin pompa air saya rusak, dan setiap hari saya berangkat kerja pukul 8, bila saya membawa pompa air untuk diperbaiki waktu berangkat kerja, bengkel servis pompa belum buka, dan pada hari minggu berikutnya ketika saya memiliki waktu libur kerja, bengkel servis pompa tutup. Kemudian keesokan harinya senin ketika saya kembali membawa pompa yang rusak ketika berangkat kerja pukul 10.00, bengkel tersebut ternyata libur.
Anda harus disiplin dengan waktu, anda harus selalu ada ketika konsumen membutuhkan produk atau jasa anda.
Tenaga penjual dan kwalitas layanan.
Hampir setiap hari sepulang kerja saya membeli nasi bungkus untuk makan malam. Selama 3 bulan saya membeli nasi di restoran yang sama. Ketika suatu hari saya melihat sang pelayan restoran berbaju lusuh, membuang sampah dari ember besar dan kemudian membungkus nasi yang saya beli tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu, mulai keesokan harinya selama beberapa bulan saya tidak lagi membeli nasi bungkus di restoran tersebut.
Tiga tahun yang lalu saya memperbaiki komputer saya yang rusak harddisknya, karena belum ada uang yang cukup untuk membayar biaya servis komputer tersebut, saya tidak mengambil komputer saya selama lebih dari tiga bulan, ketika saya mengambil komputer tersebut dan ternyata sudah diperbaiki, saya dapati beberapa komponen pada komputer saya telah berganti spesifikasinya dengan spesifikasi yang lebih rendah, ketika saya tanyakan hal tersebut kepada pelayan toko, ia mengatakan dengan kalimat yang tidak enak didengar, bahwa setelah lewat tiga bulan maka pihak toko tidak lagi bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi pada komputer saya.
Dalam kasus ini saya sebagai konsumen memang telah melakukan kesalahan karena membiarkan komputer saya tidak diambil dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, tapi sebagai konsumen saya tidak dapat menerima kata-kata yang tidak menyenangkan untuk penjelasan terhadap komponen dalam komputer saya yang tertukar. Pelayan toko sebenarnya bisa menghubungi saya untuk mengingatkan tentang masa inap komputer saya yang hampir melewati batas, karena saya telah meninggalkan nomor handphone.
Bulan berikutnya saya mendapatkan pekerjaan dari seorang teman, pengadaan sepuluh unit komputer untuk warung internet, dan karena kekecewaan saya, saya tidak mungkin berkerjasama dengan toko komputer tersebut yang telah membuat saya kecewa, padahal sebenarnya saya mengakui kwalitas teknisi toko tersebut patut diacungi jempol.
Demikianlah semoga artikel ini memberikan masukan untuk anda agar sukses menjual produk dan layanan.
Senin, 18 Juli 2011
13 Langkah Jitu Jualan Online yang Siap Nge-Tren di Tahun 2011
By thePinkFighter on March 6th, 2011
Jualan online? Bukan hal baru lagi tentunya. Apalagi kalau Anda sering buka Facebook, berbagai jenis iklan produk terpampang di wall Anda, baik yang asalnya dari teman Anda atau bahkan dari jaringan teman Anda yang tidak Anda kenal.
Pertanyaannya, kalau Anda adalah si penjual, apakah cara seperti itu sudah membuat produk Anda setidaknya dilirik oleh para calon konsumen? Kalau belum, berarti Anda masih harus mencoba trik lainnya. Hmmm, kira-kira apa ya yang bisa bikin lapak Anda laku dan dihinggapi para netter?
Tidak perlu pusing lagi, karena cara-cara di bawah ini mungkin bisa memberikan Anda pencerahan untuk membuat angka penjualan Anda naik di bulan berikutnya.
1. Jejaring Sosial
Beberapa waktu mendatang jejaring sosial seperti Facebook, masih akan tetap ngetren di tahun 2011, tidak menutupi kemungkinan akan lahir Facebook-Facebook lainnya yang siap menjadi wadah jualan Anda.
Kekuatan tombol Share memang benar-benar ajaib, selain mendekatkan Anda dengan para calon konsumen, kemudahannya membuat waktu Anda tidak terbuang percuma. Fitur Like This baik terpasang di Facebook langsung ataupun dipasang di toko online Anda menggunakan Facebook Connect justru akan membuat produk Anda dilirik, artinya produk Anda kian populer di mata banyak konsumen.
Facebook Chat membuat Anda terhubung langsung dan bisa berkomunikasi tanya jawab, bila ada calon konsumen yang masih ragu dan di situlah Anda mulai bisa menggaet konsumen Anda.
2. Forum
Di Indonesia, Kaskus masih tetap menjadi Forum Jual Beli yang terus ramai dipadati oleh para penjual dan pembeli. Lagi-lagi kekuatan testimonial, memberikan nilai plus bagi para penjual yang sudah melayani pembeli dengan baik. Testimonial yang bagus dan banyak, akan membuat para calon pembeli datang dengan sendirinya.
Rekber adalah bagian tersendiri dalam soal transaksi jual beli, dimana para penjual dan pembeli bisa saling mempercayai, hal ini mengurangi tindak kejahatan dimana ada pihak ketiga yang menampung barang yang dibeli serta sejumlah uang yang akan ditransfer. Cara ini memang cukup bagus, mengingat transaksi jual beli online memang sangat rentan dengan penipuan.
3. Mobile Site
Indonesia adalah salah satu negara terbesar sebagai konsumen BlackBerry. Tak jarang satu orang bisa memiliki beberapa ponsel berbeda merk sekaligus. Kepopuleran internet pun diusung pula dengan keberadaan berbagai jenis Ponsel Online. Nah, kalau ingin membuat toko online Anda ramai, maka bersiap-siaplah membangun toko online versi mobile, sehingga dengan mudahnya bisa diakses menggunakan ponsel. Semakin banyak yang mengakses tentu akan memperbesar kemungkinan produk-produk Anda menjadi laris di pasar online, bukan?
4. Location Based Service (LBS)
Mungkin Anda juga sudah pernah mendengar atau mencoba Koprol serta FourSquare. Buat Anda yang belum tau, Koprol dan FourSquare adalah dua website yang bisa mengakses keberadaan Anda saat ini, kota dimana Anda tinggal, tempat yang sedang Anda kunjungi dan mengubah status Anda di Facebook menjadi Checked In di lokasi Anda berada saat ini.
Kalau di luar negeri fitur ini bahkan banyak dimanfaatkan kafe-kafe ternama untuk memberikan diskon bagi para pengunjung yang sering datang ke kafe tersebut. Nah, lalu apa untungnya LBS ini digunakan di toko online? Sama seperti yang dilakukan oleh FourSquare. Anda bisa menawarkan promo – promo di toko Anda ketika si calon pelanggan berada dekat dengan toko Anda, dan Anda bisa menariknya agar mampir ke toko Anda melalui promo penawaran khusus. Banyak calon konsumen yang gampang dirayu dengan diskon, apalagi lokasinya berdekatan dengan keberadaannya saat itu.
5. User Friendly
Website toko online yang sederhana tampilannya, akan mampu mengundang lebih banyak netter dibandingkan toko online yang penuh sesak dengan gambar-gambar maupun tulisan yang dipampang secara asal-asalan. Semakin sederhana tampilannya, website toko online akan makin mudah digunakan oleh para calon konsumen. Tak jarang banyak calon konsumen yang belum terlalu paham internet, namun ingin mencoba belanja online.
6. Visualisasi yang Menarik
Masih terkait dengan poin nomor 5, visualisasi desain toko online yang bagus, akan membuat cuci mata para calon konsumen menjadi lebih nyaman. Mereka pun akan betah berlama-lama menatap katalog produk yang sudah Anda sediakan.
Tampilkan juga Fitur Pembanding Produk, dimana ada 2 produk sejenis dengan beda merk ataupun harga bisa dibandingkan, sehingga calon pembeli akan bisa memilih mana yang lebih cocok dengan kebutuhannya. Akan lebih bagus lagi kalau ditampilkan pula, Rekomendasi Produk yang mana produk-produk pilihan ini ditampilkan berdasarkan personalisasi pengguna, mana yang lebih sering ia lihat atau yang sudah ia belanjakan. Dengan fitur ini, calon konsumen akan semakin dimanjakan sehingga ia akan lebih mudah membeli produk mana yang ia butuhkan tanpa harus mencarinya terlebih dahulu.
7. Resolusi
Banyak sekali website toko online berprinsip kuno karena masih saja terus menggunakan resolusi website 1024×768. Padahal saat ini sudah banyak resolusi yang lebih kecil atau yang lebih besar seukuran 1280, 1440 ataupun 1600. Banyak calon pengunjung yang akhirnya dipaksa melihat website yang tidak sesuai ukuran layarnya, sehingga dengan melihatnya saja, calon konsumen menjadi kurang nyaman.
Tak jarang pula kebanyakan website toko online, hanya memasang sedikit produk di bagian kategori. Hal ini rasanya amat mubazir. Karena banyak dari netter malas membuka halaman satu per satu. Para netter lebih tertarik untuk menggeser scroll ke bawah ketimbang harus membuka halaman satu demi satu untuk memilih produk yang dibutuhkannya.
8. Maksimalkan AJAX, Minimalkan Flash
Perkembangan teknologi website saat ini semakin pesat. Website tanpa flash pun masih bisa unjuk gigi dengan animasi-animasi yang dihasilkan AJAX. Kenyamanan yang diberikan ini tentu saja buat para netter yang browser-nya tidak diinstall flash.
Tentu saja animasi yang ditampilkan tidak kalah cantiknya. Dari sekedar menampilkan menu dinamis, konten dinamis sampai menampilkan galeri. Bahkan membuat website lebih ringan diakses. Semakin cepat website dibuka, calon konsumen pun akan semakin sering mengunjungi toko online Anda. Animasi AJAX di sini akan bisa mempercantik website toko online Anda tanpa memberatkan waktu loading page website toko online Anda.
9. Tipografi
Selain gambar dan animasi, ada lagi poin yang sangat penting dari sebuah website toko online, yaitu huruf. Kelihatannya sangat sederhana, tapi huruf tak bisa dipandang remeh. Huruf yang cocok digunakan di dalam satu website akan memperkuat kesan dan pesan yang disampaikan pada pengguna.
Masih banyak sekali website toko online yang menggunakan huruf-huruf yang aman di browser. Tentunya hal ini membuat para designer terbatas menggunakan huruf. Tak jarang pula, akhirnya huruf ini terpaksa ditempelkan pada gambar agar di browser tetap tampil sesuai yang diinginkan. Hmm, tentu ini bukan solusi yang baik. Untungnya HTML5 sudah mulai unjuk gigi dan memberikan solusi ciamik sehingga menggunakan teknologi seperti TypeKit dapat membantu Anda memberikan kesan yang cocok dari toko online Anda.
10. Percantik Katalog
Katalog tidak hanya terdiri dari kata-kata saja, tapi tentu lebih dipercantik oleh gambar. Nah, gambar ini punya kekuatan yang cukup besar untuk menarik minat calon konsumen. Kalau Anda memasang gambar yang buram dan tidak menarik, pasti tidak akan menarik simpatik konsumen. Tampilkanlah gambar yang semenarik mungkin, dengan tata letak tidak bertabrakan dengan tulisan.
Toko online yang modern saat ini rata-rata menggunakan setidaknya 75% halaman untuk menampilkan katalog produknya, selebihnya akan digunakan sebagai navigasi halaman ataupun ruang kosong.
11. Video
Seperti halnya iklan di layar kaca, maka kini Anda pun bisa menampilkan produk Anda dalam bentuk video. Berkreativitas menampilkan produk melalui video dan mengupload-nya ke Youtube akan menjadi nilai plus untuk toko online Anda. Tak perlu membuat video yang lama, paling tidak membuat video berdurasi 30 detik sampai 1 menit saja akan membuat katalog produk Anda semakin menggoda.
12. Search Engine Optimization (SEO)
Hanya membuka lapak di toko online sendiri, tentu sudah banyak orang yang melakukannya. Agar toko online Anda menjadi lebih ramai dikunjungi, jangan malas untuk beriklan di website-website lainnya, sehingga akan membuat trafik Anda menjadi naik dan akan semakin sering didatangi darimana saja.
13. Harga
Poin ini yang paling utama, baik penjualan secara fisik maupun online, harga mungkin akan menjadi yang paling sering dilirik, karena biarpun produk yang Anda jual bagus, tapi kalau di toko sebelah harganya lebih murah, maka siap-siap kehilangan calon konsumen. Survei harga online secara berkala bisa jadi akan membuat Anda lebih tahu mengenai kisaran harga yang pantas dan waktu yang cocok untuk menawarkan diskon.
Selasa, 21 Juni 2011
Komunikasi
by Donny Oktavian on Tuesday, June 7, 2011 at 4:55pm
Oleh : Donny Oktavian Syah
“Ada banyak permasalahan di perusahaan seringkali berujung pada bagaimana cara berkomunikasi”
Ada perbedaan yang menarik ketika saya mendengarkan Sacho (Boss), Bucho (Direktur) ketika memberikan pengarahan waktu chorei (semacam acara pengarahan di pagi hari, biasanya di hari senin) waktu saya magang dulu di Jepang dengan mendengarkan “big boss” saya ketika saya bekerja di Indonesia ketika memberikan pengarahan. Boss saya yang pertama, isi pengarahannya berisi informasi kekinian yang kaya fakta, dibarengi solusi bagaimana kita harus bisa “keluar” dari permasalahan tersebut. Tidak bertele-tele, dan terkadang diselipi motivasi “khas Jepang” yang selalu mengingatkan untuk tetap menyalakan api “ganbarimasu” (tetap semangat, pantang menyerah).
Sedangkan, pengarahan Boss saya ketika bekerja di Indonesia, pengarahan berlangsung lama, acapkali fokus pembicaraan lebih menunjuk “segudang prestasi beliau” di masa lalu ketika masih menjadi staf yang terkadang tidak bisa diimplementasikan dalam kondisi kekinian karena atmosfer bisnis-nya sudah berbeda jauh. Ada kecenderungan “keakuan” lebih ditonjolkan dan atmosfer ceremonial lebih pekat ketimbang khotbah pagi yang dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi dalam perusahaan sebagai unsur penyemangat di awal hari Senin pagi memulai bekerja.
Barangkali kasus yang saya alami sangatlah kasuistik, tapi saya tidak bermaksud untuk tendisius untuk menyalahkan Boss saya yang di Indonesia. Tetapi saya ingin menggarisbawahi bahwa pendekatan komunikasi yang dibentangkan oleh Boss saya di Jepang pendekatan yang dilakukan lebih efektif dan tidak bertele-tele. Boss Jepang memang telah menerapkan sebuah pendekatan dalam manajemen Jepang yang dikenal dengan nama Horenso. Sebuah pendekatan barangkali tidak asing lagi untuk kawan-kawan yang pernah bekerja di perusahaan Jepang. Hampir semua perusahaan Jepang sepertinya sudah menerapkan hal itu.
Horenso adalah akronim dari tiga kata dalam bahasa Jepang , yakni Houkoku, Renraku dan Soudan. Dalam bahasa Indonesia Houkoku berarti Laporan, sedangkan Renraku berarti Menginformasikan, dan Soudan berarti mengkonsultasikan (terutama dengan pimpinan). Horenso sudah biasa diterapkan di lingkungan industri dan pabrik-pabrik Jepang. Tujuannya jelas untuk menciptakan lingkungan kerja dengan cepat dan benar. Setiap progress dalam suatu aktivitas diketahui banyak orang karena laporan yang intens. Sehingga setiap masalah segera tertangani karena laporan yang intens tersebut.
Houkoku dalam prakteknya adalah pelaporan yang menitikberatkan pada fakta, metode dan tujuan. Dari Fakta tersebut diderivasikan akan dilanjutkan kenapa harus dilakukan sampai akhirnya metode apa yang harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Fakta mengacu pada aspek 5W (What, Who, When, Where, Why) plus 2H (How dan How many/much). Dengan laporan terperinci seperti ini, di titik mana improvement yang memungkinkan terbaca. Gaya manajemen Jepang yang mementingkan progress ketimbang result (hasil akhir) menjadikan kebiasaan ini lebih mudah diterapkan. Pengalaman saya bekerja di perusahaan Jepang menunjukkan, Boss lebih senang dilapori hal seremeh dan sekecil apapun, karena mereka akan merasa dilibatkan. Dan hal lebih penting, sang Boss merasa komunikasi dengan bawahannya tertata dengan baik dengan adanya laporan kecil itu.
Renraku dalam prakteknya merupakan komunikasi yang baik dengan rekan sejawat dengan baik perihal pekerjaan yang ditangani. Teman sejawat disini tidak terbatas pada departemen kita sendiri tetapi juga dengan departemen lain yang barangkali tidak berhubungan langsung. Tujuannya jelas, dengan hal itu akan timbul ide (insight) untuk suatu hasil pekerjaan yang lebih “kaya” dari belbagai sisi. Di Jepang karena beban pekerjaan yang demikian padat dan waktu yang terbatas, terkadang kebiasaan minum dan makan bersama setelah pulang kantor merupakan salah satu ajang untuk memoles sharing informasi. Tidak jarang pulang kerja terkadang molor untuk itu. Itulah harga yang dibayar untuk mendapatkan kualitas informasi di Jepang.
Terakhir, tentang Soudan, yakni melaporkan dan mengkonsultasikan segala sesuatu kepada Boss (atasan langsung) . Terkadang yang belum terbiasa dengan hal ini, karena akan kerepotan memberikan laporan sekecil apapun. Tetapi dari laporan progress kecil ini namun detail, diharapkan para bawahan diharapkan lahir ide lebih progresif yang nantinya dikonsultasikan dengan Boss. Jadi proses dalam soudan ini “mengajak” bawahan untuk sekedar melakukan ide dari Boss. Tetapi juga punya inisiatif sendiri, yang tentunya dikonsultasikan dulu kepada Boss sebelum diimplementasiakan. Jadi di proses ini kadangkala, Boss tidak memberikan solusi langsung tapi bawahan diminta kreatif mencipta ide baru berdasar laporan progress yang dibuat, bukan membebek ide Boss.
Teman trainer saya Oku “Bejo” Nobuyuki, seorang trainer berkebangsaan Jepang yang biasa mengisi pelatihan bertema Horenso di banyak perusahaan mengingatkan saya kalau dalam penerapan Horenso, tidak sekedar dimaknai lagi sebagai suatu “kewajiban” bawahan untuk melaporkan ke atasan semata. Tetapi juga ada juga menekankan peran Boss (atasan) untuk meningkatkan motivasi kerja bawahannya melalui transparansi informasi seperti yang saya ungkap di awal tulisan. Pria yang aktif dalam Shin Horenso (Genuine Horenso) menambahkan kalau hal ini bisa terwujud, sumbat dan lambatnya alur informasi yang biasanya membuat perusahaan terjebak kemandegan akan tereliminasi.
Bagaimana aliran informasi di perusahaan Anda?
Minggu, 19 Juni 2011
10 Rahasia Sukses dan Kaya Raya Warren Buffet
1. Reinvest Your Profits: When you first make money, you may be tempted to spend it. Don’t. Instead, reinvest the profits. Warren Buffett learned this early on. In high school, he and a pal bought a pinball machine to pun in a barbershop. With the money they earned, they bought more machines until they had eight in different shops. When the friends sold the venture, Warren Buffett used the proceeds to buy stocks and to start another small business. By age 26, he’d amassed $174,000 — or $1.4 million in today’s money. Even a small sum can turn into great wealth.
2. Be Willing To Be Different: Don’t base your decisions upon what everyone is saying or doing. When Warren Buffett began managing money in 1956 with $100,000 cobbled together from a handful of investors, he was dubbed an oddball. He worked in Omaha, not Wall Street, and he refused to tell his parents where he was putting their money. People predicted that he’d fail, but when he closed his partnership 14 years later, it was worth more than $100 million. Instead of following the crowd, he looked for undervalued investments and ended up vastly beating the market average every single year. To Warren Buffett, the average is just that — what everybody else is doing. to be above average, you need to measure yourself by what he calls the Inner Scorecard, judging yourself by your own standards and not the world’s.
3. Never Suck Your Thumb: Gather in advance any information you need to make a decision, and ask a friend or relative to make sure that you stick to a deadline. Warren Buffett prides himself on swiftly making up his mind and acting on it. He calls any unnecessary sitting and thinking “thumb sucking.” When people offer him a business or an investment, he says, “I won’t talk unless they bring me a price.” He gives them an answer on the spot.
4. Spell Out The Deal Before You Start: Your bargaining leverage is always greatest before you begin a job — that’s when you have something to offer that the other party wants. Warren Buffett learned this lesson the hard way as a kid, when his grandfather Ernest hired him and a friend to dig out the family grocery store after a blizzard. The boys spent five hours shoveling until they could barely straighten their frozen hands. Afterward, his grandfather gave the pair less than 90 cents to split. Warren Buffett was horrified that he performed such backbreaking work only to earn pennies an hour. Always nail down the specifics of a deal in advance — even with your friends and relatives.
5. Watch Small Expenses: Warren Buffett invests in businesses run by managers who obsess over the tiniest costs. He one acquired a company whose owner counted the sheets in rolls of 500-sheet toilet paper to see if he was being cheated (he was). He also admired a friend who painted only on the side of his office building that faced the road. Exercising vigilance over every expense can make your profits — and your paycheck — go much further.
6. Limit What You Borrow: Living on credit cards and loans won’t make you rich. Warren Buffett has never borrowed a significant amount — not to invest, not for a mortgage. He has gotten many heart-rendering letters from people who thought their borrowing was manageable but became overwhelmed by debt. His advice: Negotiate with creditors to pay what you can. Then, when you’re debt-free, work on saving some money that you can use to invest.
7. Be Persistent: With tenacity and ingenuity, you can win against a more established competitor. Warren Buffett acquired the Nebraska Furniture Mart in 1983 because he liked the way its founder, Rose Blumkin, did business. A Russian immigrant, she built the mart from a pawnshop into the largest furniture store in North America. Her strategy was to undersell the big shots, and she was a merciless negotiator. To Warren Buffett, Rose embodied the unwavering courage that makes a winner out of an underdog.
8. Know When To Quit: Once, when Warren Buffett was a teen, he went to the racetrack. He bet on a race and lost. To recoup his funds, he bet on another race. He lost again, leaving him with close to nothing. He felt sick — he had squandered nearly a week’s earnings. Warren Buffett never repeated that mistake. Know when to walk away from a loss, and don’t let anxiety fool you into trying again.
9. Assess The Risk: In 1995, the employer of Warren Buffett’s son, Howie, was accused by the FBI of price-fixing. Warren Buffett advised Howie to imagine the worst-and-bast-case scenarios if he stayed with the company. His son quickly realized that the risks of staying far outweighed any potential gains, and he quit the next day. Asking yourself “and then what?” can help you see all of the possible consequences when you’re struggling to make a decision — and can guide you to the smartest choice.
10. Know What Success Really Means: Despite his wealth, Warren Buffett does not measure success by dollars. In 2006, he pledged to give away almost his entire fortune to charities, primarily the Bill and Melinda Gates Foundation. He’s adamant about not funding monuments to himself — no Warren Buffett buildings or halls. “I know people who have a lot of money,” he says, “and they get testimonial dinners and hospital wings named after them. But the truth is that nobody in the world loves them. When you get to my age, you’ll measure your success in life by how many of the people you want to have love you actually do love you. That’s the ultimate test of how you’ve lived your life.”
Kamis, 21 April 2011
Menemukan Ide Gila Untuk Dijual di Internet
Di internet adalah pasar yang sangat luas dan tidak pernah tidur dalam 24 Jam. Ini adalah pasar yang sangat potensial untuk anda menjual sesuatu melaui internet. Sebab pasar diinternet tidak penah menolak barang tertentu untuk dijual. Berbeda dengan pasar tradisional, atau mall. Anda akan diusir oleh satpam mentah-mentah ketika anda mencoba menuntun seekor kambing untuk anda djual dalam sebuah Mall. Tapi kalau anda menawarkan kambing anda dalam internet …hmmm saya pikir tidak akan terjadi seperti diatas...
Ok, lantas apa yang paling cocok dan mudah untuk dijual diinternet. Ini yang gampang-gampang susah. Pada dasarnya apapun yang anda ingin jual melalui internet itu bisa anda lakukan. Baik itu anda ingin menjual sepatu, jual nasi, jual baju, computer dan lain sebagainya…waduh..sama saja dong dengan bisnis konfensional, yang menghabiskan banyak uang untuk mulai usaha….ok sabar, saya akan mencoba memberikan sebuah alternatife ide yang bisa anda lakukan dalam berbisnis diinternet.
Ide gila Yang ingin saya berikan kepada anda adalah …dengan menjual produk diinternet yang tidak memerlukan banyak uang untuk berinvestasi…lantas bagaimana menemukannya?
Salah satu jalan yang paling mudah mendapatkan suatu produk adalah dengan menemukan suatu masalah, dan kemudian menawarkan suatu produk atau melayani untuk memecahkan masalah itu. Sekali lagi: Temukan suatu masalah dan kemudian tawarkan suatu produk atau melayani untuk memecahkan masalah itu. Mudah bukan?
Begini untuk lebih mudahnya ..kira-kira apa yang paling bikin pusing anda, setidaknya yang paling mengganggu pikiran anda? Taruhlah anda ternyata mempunyai permasalahan dengan baju anda. Anda ternyata tidak mempunyai baju yang up to date…tidak mengikuti tren jaman…tapi anda punya pacar…dari sini anda sudah menemukan sebuah ide subyek..”Bagaimana cara menggaet seorang wanita, meskipun dengan baju-baju usang anda!” ini hanya salah satu contoh saja. Atau anda dapat melakukan riset dan temukan suatu masalah di tempat lain. Dan anda telah menemukan sebuah ide produk, yaitu produk informasi. Produk inilah yang paling murah dari segi modal untuk dijual diinternet. Sama-sama menjual ‘baju’ diinternet, yang satu menjual baju beneran dan membutuhkan modal yang besar dan satu lagi hanya menjual informasi seputar baju dan tidak memerlukan modal yang besar.
Ok Sekali lagi saya ulang : Memasarkan suatu Bisnis di Internet yang paling mudah untuk menjual suatu produk adalah dengan menawarkan sebuah solusi. Orang-Orang yang dating ke internet akan membeli solusi suatu permasalahan... mereka tidak akan membeli desain web site yang indah dan canggih…
Internet adalah tempat yang benar-benar potensial untuk memasarkan suatu produk. Jika anda mempunyai suatu produk yang membahas tentang ikan hias misalnya. Maka anda juga dapat menemukan ratusan ribu seluruh penjuru dunia, orang-orang dengan suatu hobby seperti yang anda jual…ini berarti produk anda layak dijual. Anda dapat menemukan orang-orang seperti ini dalam newsgroups, forum, kelompok diskusi, websites, dan email dan itu adalah pasar yang besar.
Anda bisa dapat membuat banyak uang dengan melatih pikiran anda untuk selalu menemukan solusi dari suatu permasalahan. Katakanlah setiap ide yang anda jual diinternet menghasilkan penjualan 5 juta setahun, kalau anda punya 3 atau empat produk yang anda jual tersendiri, bukankah penghasilan anda akan menjadi lebih baik bukan? Intinya kalau bisa juallah produkl lebih banyak akan lebih baik…tapi anda harus fokus dalam memasarkannya…akan percuma jika anda punya banyak produk tapi anda tidak bisa memasarkannya. Mulailah dengan satu produk, nanti dengan sendirinya yang lain akan mengikuti.
Selamat mencoba
Rabu, 10 November 2010
A Simple Overview about Cloud Computing
You can read the basic of Cloud Computing:
*
Cloud Computing Service: A Basic Introduction - 1
*
Cloud Computing: A Basic Introduction – 2
*
India Based Cloud Computing Service Providers
*
Best & Free Cloud Computing Applications
Top-Cloud-Computing-Service-Providers
Forget the companies, even the slow & steady tortoise Governments around the world are taking a note. As usual the lead is from the White House, and it aims to save billions with its cloud initiative with the help from NASA Ames. Vietnam & South Korea are following closely. Indian government is yet to take any significant initiative but it seems the mother of all project i.e. Unique Identity Project (mapping of 1 billion+ people) will definitely need a private cloud service to succeed!
Optional Info: The R&D for the cloud computing actively started in the beginning of this decade. Interestingly the recession hit consumers are pushing in favor of the Cloud Computing to save billions, In contrast the service providers companies are also pushing their company in favor of the cloud albeit with a little twist, to earn billions!
Rough estimate: 180+ companies providing cloud based services exist and many more are ramping up for the billion $$$ chase. Cloud based services can be broadly divided into following 3 *aaS or 3 layers of Cloud Stack:
* Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
o Data-as-a-Service(DaaS) is a subset of IaaS.
* Platform-as-a-Service (PaaS)
* Software-as-a-Service (SaaS)
Optional Info: IaaS is all about hardware, data storage, networking and bandwidth i.e. Server, Routers, Switches etc. Amazon & Rackspace are good examples.
PaaS is OS + Application Server Stack like .Net framework, VS.Net, SQL Server etc. Best example of PaaS, Microsoft’s Azure & Google’s AppEngine.
SaaS is simply order an application & start consuming in minutes. Saleforce.com is the pioneer in this category.
Now let’s check which are the best companies in the ongoing Battle Royale of Cloud Providers in the year 2009. Following is my list of top Cloud Service Providers of 2009 in reverse order.
Note: There’s nothing official about this ranking. It’s a logical deduction from my understanding of the cloud trend in particular & my following of the IT industry in general! Take it with a pinch of salt!
#10. 3Tera
Offers CloudWare: An architecture to provide an open framework to allow the development of a cloud computing environment that’s open enogh to work on any web/enterprise application. Lack of cloud computing standards have lead to a vendor-lock, where every cloud vendor has proprietary cloud. What if I want to share my application among different vendors/clouds? Currently I can’t. CloudWare is a big step towards bridging the clouds, and creating standards which will lead to open environment for clouds. Hope, soon consumers will be able to move around with their application and data, that will span multiple clouds.
#9. NetSuite
Specializes in SaaS. It offers SuitCloud Platform: a comprehensive offering of on-demand products, development tools and services designed to help customers and software developers take advantage of the significant benefits of cloud computing. Also a leading provider of web-based Business Software Suite for CRM, ERP tools and Accounting.
#8. IBM
The Big Blue has announced Blue Cloud computing platform way back in the year 2007. IBM Smart Business Development and Test on the IBM Cloud is designed to augment and enhance software development and delivery capabilities, particularly in large enterprises. On 16 Nov 2009, IBM announced the world’s largest private cloud computing environment.The cloud will launch initially with more than a petabyte of data, the equivalent of more than 300 billion ATM transactions.
#7. Joyent
It’s the only Cloud provider company to deliver all the three layers of the Cloud Stack i.e. Cloud service for all 3 *aaS. It was in the news for partnering with Dell to provide over $3 million worth of hosting services for free to Facebook developers.
#6. Microsoft
Specializes in PaaS. It offers Azure, a Windows-as-a-service platform consisting of the operating system and developer services that can be used to build and enhance Web-hosted applications. Azure is available for VS 2008 via Web Platform Installer. Visual Studio 2010 Beta 2 has all the features you need to code, debug, and deploy your cloud service.
Optional Info: I may sound more confident than Steve Ballmer, but today I can safely predict that Microsoft has the potential & is going to derail almost all the top 5 contenders of the list to be right at the top! So, don’t be shocked if my next year’s list of Top Cloud Service Providers of 2010, ranks Microsoft at #1 or #2. Given the history of Microsoft, coming from behind, and storming the scene with its financial might, it’s possible. Moreover, Azure is going to get .Net advantage, a well established enterprise application development platform.
#5. Salesforce.com
Leader in SaaS. Offers Salesforce CRM (Sales Cloud 2, Service Cloud 2) & Force.com Platform (Custom Cloud 2, Development Platform).
#4. Rackspace
The company specializes in IaaS. It offers Rackspace Cloud, cloud services are: Cloud Sites, Cloud Servers, Cloud Files.
#3. VMware
It offers vCloud: Run, secure and manage applications in the private cloud or have them federated on-demand to partner-hosted public clouds. vCloud is giving a tough competition to more established Amazon’s AWS.
It was recently in the news for partnership with Cisco & EMC, to offer equipment called Vblocks and support a new joint venture called Acadia that will help business customers and service providers build out clouds based on the Vblock gear packages.
#2. Google
Specializes in PaaS & SaaS. As SaaS it offers Google Apps: a web-based communication, collaboration & security apps which includes, Gmail, Google Calendar, Google Talk, Google Docs & Google Sites. 15 Sep 2009, Google announced that it will provide GovCloud, which will host Google Apps in a separate data environment with enhanced encryption for meeting state and government security standards.
As PaaS it offers Google App Engine: a platform for developing and hosting web applications in Google-managed data centers. Currently, the supported programming languages are Python and Java (by extension other JVM languages are also supported).
You build your application using Google’s PaaS and Google handles deploying code to a cluster, monitoring, failover, and launching application instances as necessary. Good news, Google App Engine is free, but only up to a certain level of used resources.
And the Winner is…
#1. Amazon
Specializes in IaaS. It offers through Amazon Web Services (AWS): Amazon Elastic Compute Cloud (EC2), Amazon SimpleDB, Amazon CloudFront, Amazon SQS. It claims to have 82 billion objects stored in Amzon S3 (Simple Storage Service)!
You can debate about the ranking from #10 to #2. But when it comes to the number 1 company for Cloud based Service provider, Amzaon is the undisputed winner, without any much competition till now. You may call it an early-bird advantage! Is it?
In 2010, also watch out for the following companies:
Enomaly: Founded in 2004, The kid among the veterans, is in the news cause it provides services to the Cloud Providers.
GoGrid: Specializes in IaaS. It offers wide Variety of Ready-to-go Windows and Linux Cloud Servers. It has the most generous SLA in industry which says: 24/7 Support and 100% Uptime.
AT&T: Needs no introduction. The iconic AT&T Inc. (The largest provider of local, long distance telephone services in the United States) has already started offering its cloud services.
Did I miss any commendable cloud service provider company in my ranking list? Feel free to share your views. Before I conclude, Thanks to Daniel Scocco for inviting me (in a way inspiring me to write this post) to join his Group Writing Project. This article is an entry for the said Project.
Cloud Computing Articles at Techno-Pulse
* Directory of Cloud Service Providers/Vendors
* Free Cloud Apps for Educational Institutes: Schools, Colleges, Universities
* Cloud Computing: A Catalyst for IT adoption in SMEs/SMBs
* Kaavo: Application Centric Management & Security for Cloud Computing
* India Based Cloud Computing Service Providers
* Develop SaaS on OrangeScape PaaS to Run on any Cloud Infrastructure
* Cloud Computing Service: A Basic Introduction – 1
* Cloud Computing: A Basic Introduction – 2
* Best & Free Cloud Computing Applications
Selasa, 17 Agustus 2010
Kamis, 24 Desember 2009
Hukum Mengucapkan selamat natal
Alasannya utamanya adalah bahwa mengucapkan selamat natal itu berarti pengakuan atas kebenaran aqidah umat kristiani yang mempercayai keberadaan tiga tuhan. Juga merupakan bentuk pembenaran atas ketuhanan nabi Isa alaihissalam.
Pendapat yang sama juga dinukilkan dari Ibnul Qayyim,
Alasan Ibnu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Nasrani berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.
Pada sisi tak ulama yang bersebrangan pendapat
Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.
Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi:
Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni’ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT: Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah ayat8)
Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa:
Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.
Dr. Abdussattar Fathullah Said, Dr. Ahmad Zarqa dan Prof. Quraish Shibab pun berfatwa hal yang serupa
Saya akan coba memberikan penjelasannya, Agama islam terdiri dari 3 pilar: akidah yang harus dipahami dan diyakini, syariah berupa ketentuan-ketentuan hukum yg wajib diamalkan dan akhlak yaitu norma-norma dalam interaksi manusia.
Pakar-pakar agama sepakat kalo kita tidak boleh mengorbankan akidah demi kerukunan hidup umat beragama maka dalam hal ini Umat Islam secara tegas dilarang menghadiri upacara/ibadah umat beragama lain, seperti perayaan natal, Karena bagaimanapun islam menjunjung tinggi Isa Almasih a.s namun pandangannya tetap berbeda dengan umat kristen.
Dalam mengucapkan Selamat Natal pada umat kristen ada baik kita pahami dahulu ucapan selamat natal yang diucapkan nabi Isa a.s sendiri dan diabadikan Al Qur’an
“Salam sejahtera untukku pada hari kelahiranku, wafatku dan kebangkitanku kelak” (Qs 19:33). Ini ucapan selamat natal ala Al-qur’an namun pada saat yang bersamaan kita juga meyakini bahwa Isa Almasih adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk taat kepada Allah (QS: 19:30) dan meyakiani Beliau adalah utusan Allah seperti ucapannya kepada umatnya “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu maka sembahlah Ia, Inilah jalan yang Lurus” (Qs: 19:36)
Begitulah kiranya saat kita mengucapkan selamat natal kepada umat kristen hendaknya hati dan pikiran kita meyakini bahwa
Isa a.s sebagai Nabi utusan Allah bukan sebagai Tuhan atau Anak Tuhan. Adakah seorang muslim yang enggan mengucapkan selamat natal dengan maksud yang demikian? I don’t think so.
Minggu, 18 Januari 2009
Sepenggal Doa untuk Mengingat-NYA
Makna syair lagu "Ilir-Ilir"
saya selalu senang dengan lagu ini, lagu yang biasa dinyanyikan oleh orang tua-orang tua semasa para wali menyebarkan agama Islam..
Lagu ini mengingatkan kita supaya selalu mendekatkan diri pada Allah SWT.
lir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
Bait di atas di atas secara harafiah menggambarkan hamparan tanaman
padi di sawah yang menghijau, dihiasi oleh tiupan angin yang
menggoyangkannya dengan lembut. Tingkat ke-muda-an itu dipersamakan
pula dengan pengantin baru. Jadi ini adalah penggambaran usia muda
yang penuh harapan, penuh potensi, dan siap untuk berkarya.
Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro
Anak gembala,
panjatlah [ambillah] buah belimbing itu [dari pohonnya].
Panjatlah meskipun licin,
karena buah itu berguna untuk membersihkan pakaianmu.
Buah belimbing yang seringkali bergigir lima itu melambangkan lima
rukun Islam; dan sari-pati buah itu berguna untuk membersihkan
perilaku dan sikap mental kita. Ini harus kita upayakan betapapun
licinnya pohon itu, betapapun sulitnya hambatan yang kita hadapi.
Anak gembala dapat diartikan sebagai anak remaja yang masih polos
dan masih dalam tahap awal dari perkembangan spiritualnya. Konotasi
inilah yang sering muncul seketika bila orang Jawa menyebut 'bocah
angon'.
Namun pengertiannya dapat pula ditingkatkan menjadi
pemimpin, baik pemimpin keluarga, tokoh masyarakat, ataupun pemimpin
formal dalam berbagai tingkatan.
Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Pakaianmu berkibar tertiup angin, robek-robek di pinggirnya.
Jahitlah dan rapikan agar pantas dikenakan untuk "menghadap" nanti
sore.
"Sebo" adalah istilah yang dipergunakan untuk perbuatan 'sowan'
atau menghadap raja atau pembesar lain di lingkungan kerajaan.
Makna pakaian adalah perilaku atau sikap mental kita.
Menghadap bermakna menghadap Allah.
Nanti sore melambangkan waktu senja dalam kehidupan, menjelang
kematian kita.
Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane
Manfaatkan terang cahaya yang ada, jangan tunggu sampai kegelapan
tiba. Manfaatkan keluasan kesempatan yang ada, jangan menunggu
sampai waktunya menjadi sempit bagi kita.
Selasa, 13 Januari 2009
Ceramah Ust. Arifin Ilham mengenai "Rejeki"
Senin, 12 Januari 2009
Catatan kecil tentang Gaza-Palestine
Setuju !! jika dikatakan kasus Palestina itu sangat rumit; dulu-dulunya orang Yahudi menempati Palestina, kemudian diusir oleh Romawi. Kemudian Romawi terusir oleh kaum muslimin (asli Palestina).
Kemudian, berkat *konspirasi* Inggris, Yahudi (secara khusus Yahudi Zionist) kembali ke daerah tersebut dan secara perlahan tapi pasti orang-orang Palestina terusir dari tanah-tanahnya sendiri.
(Lebih lengkap lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Palestine … maap belum berhasil dapat link youtube-nya. Berikut petanya: http://www.palestine-family.net/photos/7/1153472927.jpg)
Cara para Zionist mencaplok tanah-tanah Palestina ini memang penuh konspirasi; salah seorang aktivis yang cukup berani menguak masalah ini adalah Rachel Corrie (http://en.wikipedia.org/wiki/Rachel_Corrie). Beliau sendiri tewas ketika tengah menghalau sebuah traktor yang ingin menggusur para penduduk Palestina. (Link youtube: http://jp.youtube.com/watch?v=O3JI-axaRF4)
Kalau ndak percaya adanya konspirasi ini, silakan tanyakan opini sebagian orang Barat mengenai Corrie ini; mereka justru menganggap Corrie mati konyol. Sebaliknya, penduduk Palestina banyak berterimakasih kepada Corrie.
Jika dikatakan HAMAS dan para pejuang Palestina menggunakan anak-anak dan penduduk sipil sebagai tameng, Yahudi Zionist justru lebih dulu menggunakan anak-anak dan penduduk sipil sebagai tameng. Yahudi Zionist menempatkan penduduk sipil pada tanah-tanah yang dijajah. Jelas saja, HAMAS sulit disalahkan jika roket memakan korban penduduk sipil. Jika ingin penduduk sipil tidak jadi korban, lebih baik jangan menempati tanah-tanah Palestina tersebut.
Nah, setelah 63 tahun penjajahan Israel terhadap Palestina, agaknya kita akan menyaksikan tahap-tahap akhir cerita ini, mengingat yang tersisa bagi rakyat Palestina tinggallah sejengkal tanah Gaza itu.
Seharusnya, Gaza mudah sekali ditaklukan, mengingat Israel dibantu oleh kekuatan senjata yang unlimited dari Amerika Serikat, didukung secara politik oleh Mesir dkk. Embargo terhadap Gaza, seharusnya waktu eksekusi tersebut tidak lama.
Tapi, bukan mustahil keadaan justru akan berbalik, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT di Al-Baqarah:29:
“Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. “
Satu lagi yang kita tunggu, yaitu hadist Nabi Muhammad SAW:
“Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Kalian akan memerangi bangsa Yahudi sampai seseorang di antara mereka bersembunyi di belakang batu. Maka batu itu berkata : Wahai hamba Allah, ini di belakangku ada Yahudi, bunuhlah !”
Einstein pernah berkata:
” I know not with what weapons World War III will be fought, but world War IV will be fought with sticks and stones.”
Minggu, 11 Januari 2009
Aturan baru untuk Content Provider 2009
Mudah-mudahan saja, aturan yang belum lama ditandatangani Menkominfo Mohammad Nuh ini bisa mengeliminir segala penyimpangan yang merugikan pelanggan.
Berikut 32 pasal dalam aturan penyelenggaraan SMS Premium dan pengiriman SMS ke banyak tujuan (broadcast) :
1. Penyelenggaraan jasa pesan premium dilaksanakan dengan menggunakan nomor akses tertentu.
2. Nomor akses tersebut diatur dalam suatu perjanjian kerja sama.
3. Penyelenggara jasa pesan premium dilarang menyediakan jasa pesan premium yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4. Penyelenggara jasa pesan premium wajib membayar Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi.
5. Tarif Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah .
6. Penyelenggaraan jasa pesan premium diselenggarakan melalui mekanisme: berlangganan; atau tidak berlangganan.
7. Mekanisme berlangganan tersebut merupakan mekanisme di mana: pesan dikirimkan kepada pengguna setelah pengguna melakukan pendaftaran (aktivasi/registrasi) terlebih dahulu; dan pengguna akan menerima pesan yang dikirim oleh penyelenggara jasa pesan premium secara berkala.
8. Mekanisme tidak berlangganan sebagaimana tersebut merupakan mekanisme di mana: pesan dikirimkan kepada pengguna setelah pengguna menyampaikan permintaan tanpa melakukan pendaftaran (aktivasi/registrasi) terlebih dahulu; dan atau pengguna akan menerima pesan yang dikirim oleh penyelenggara jasa pesan premium tidak secara berkala.
9. Mekanisme tidak berlangganan tersebut dapat diselenggarakan antara lain melalui layanan jasa pesan premium yang diselenggarakan berdasarkan kegiatan undian/promosi.
10. Jasa pesan premium yang diselenggarakan berdasarkan kegiatan undian/promosi tersebut wajib mendapatkan izin dari instansi yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang kegiatan undian/promosi.
11. Penyelenggara jasa pesan premium wajib menyediakan pusat panggilan (Call Center) dengan nomor khusus yang dapat dihubungi setiap saat selama 24 jam per hari. Pusat panggilan tersebut wajib menyediakan fasilitas dukungan layanan (first line support) yang berfungsi untuk menangani pertanyaan, keluhan dan permintaan pengguna melalui pusat panggilan.
12. Penyelenggara jasa pesan premium melalui mekanisme berlangganan wajib memberikan informasi keaktifan pengguna dalam layanan berlangganan dengan tarif tertentu serta informasi mengenai cara berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi).
13. Dalam hal pengguna melakukan pendaftaran (registrasi/aktivasi) berlangganan jasa pesan premium, penyelenggara jasa pesan premium wajib memberikan informasi bahwa pengguna telah dapat memanfaatkan jasa pesan premium serta informasi tentang besaran tarif, layanan, cara deaktivasi, dan nomor call center.
14. Dalam hal pengguna meminta untuk berhenti berlangganan (deaktivasi) jasa pesan premium, penyelenggara jasa pesan premium wajib menghentikan layanannya segera setelah permintaan berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi) diterima dengan lengkap.
15. Penyelenggara jasa pesan premium dilarang mengenakan biaya pendaftaran (registrasi/aktivasi) berlangganan.
16. Setelah pendaftaran (registrasi/aktivasi) dilakukan, penyelenggara jasa pesan premium wajib memberikan informasi kepada pengguna sekurang-kurangnya: pendaftaran (registrasi/aktivasi) telah berhasil; layanan telah dapat digunakan; identitas penyelenggara jasa pesan premium; tarif yang akan dikenakan kepada pengguna; cara penghentian berlangganan (deregistrasi/deaktivasi); periode waktu berlangganan; dan pusat panggilan (Call Center) yang dapat dihubungi.
17. Permintaan berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi) dapat dilakukan sekurang-kurangnya melalui sms, mms, atau melalui call center.
18. Dalam hal pengguna menggunakan sms atau mms untuk berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi) tanpa menyebutkan jenis layanan, penyelenggara jasa pesan premium wajib menginformasikan melalui sms atau mms tanpa dikenakan biaya mengenai cara yang benar untuk berhenti berlangganan disertai informasi tentang jenis layanan yang pernah didaftarkan oleh pengguna dan nomor call centre yang dapat dihubungi.
19. Setelah permintaan berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi) diterima dengan lengkap, penyelenggara jasa pesan premium wajib mengirimkan pemberitahuan melalui sms atau mms tanpa dikenakan biaya bahwa proses permintaan berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi) telah berhasil dilakukan.
20. Pengguna berhak mengajukan ganti rugi kepada penyelenggara pesan premium atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara jasa pesan premium yang menimbulkan kerugian pada pengguna.
21. Penyelenggara jasa pesan premium wajib memberikan ganti rugi tersebut, kecuali penyelenggara pesan premium dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kesalahan dan atau kelalaiannya.
22. Ganti rugi tersebut terbatas kepada kerugian langsung yang diderita atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara pesan premium.
23. Penyelesaian ganti rugi tersebut dapat dilaksanakan melalui proses pengadilan atau di luar pengadilan.
24. Tata cara pengajuan dan penyelesaian ganti rugi tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
25. Pengirim jasa pesan singkat (SMS) ke banyak tujuan (broadcast) dilarang mengirimkan pesan yang bertentangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, keamanan dan ketertiban umum.
26. Pengirim jasa pesan singkat (SMS) ke banyak tujuan (broadcast) wajib menyediakan fasilitas kepada penerima pesan untuk menolak pengiriman pesan berikutnya.
27. Setelah penerima pesan tersebut menolak pengiriman pesan berikutnya, pengirim jasa pesan singkat (short messaging service/SMS) ke banyak tujuan (broadcast) dilarang melakukan pengiriman pesan berikutnya.
28. Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan ini dikenakan sanksi administrasi dan atau sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
29. Penyelenggara jasa pesan premium yang melanggar ketentuan dalam Peraturan ini dikenakan s anksi administrasi berupa pencabutan izin dan larangan untuk menyelenggarakan jasa pesan premium.
30. Pencabutan izin dan larangan untuk menyelenggarakan jasa pesan premium tersebut dilakukan setelah penyelenggara jasa pesan premium diberikan peringatan tertulis sebanyak 3 kali berturut-turut dimana masing-masing peringatan tertulis berlangsung selama 7 hari kerja.
31. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan Peraturan ini dilakukan oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
32. BRTI dapat menetapkan ketentuan teknis dalam rangka pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan Peraturan ini.
Minggu, 26 Oktober 2008
Betapa unik, betapa kreatif, dan betapa berharganya diri Anda.
Filed under: Change Management, Innovation — itpin @ 8:22 am
Memang mudah bagi kita untuk memuja-muja Lou Gerstner yang berhasil memimpin IBM keluar dari krisisnya di tahun 1990an. Tetapi saya berani bertaruh, jarang ada yang pernah mendengar nama David Grossman dan John Patrick. Ya, mereka tidak sepopuler Gerstner walau bekerja di perusahaan yang sama. Namun tanpa mereka berdua, IBM mungkin tidak akan seperti sekarang juga.
Grossman adalah seorang programmer IBM yang ditempatkan di Cornell University’s Theory Center. Dengan akses ke sebuah supercomputer, Grossman termasuk orang-orang pertama yang berkenalan dengan web browser Mosaic. Setelah melihat Mosaic, Grossman segera melihat potensinya dan bagaimana Internet seharusnya menjadi bagian dari strategi korporat IBM.
Sayangnya kala itu, IBM masih sesosok raksasa tua yang masih buta Internet. Grossman merasa malu dengan fakta tersebut apalagi ketika melihat bagaimana Sun mengambil data-data hasil Olimpiade Musim Dingin Lillehammer (Norwegia) yang disimpan di server milik IBM dan menampilkan data-data tersebut di situs web Sun. Darah Grossman berdesir. Dia melihat Sun akan menggusur IBM. Pada situasi ini, para programmer lain mungkin hanya akan mengomel di tengah-tengah para rekan mereka. Namun untung buat IBM, Grossman bukanlah tipe demikian.
Sepulang dari Olimpiade Musim Dingin, Grossman langsung menuju ke markas besar IBM di Armonk, New York. Dia berhasil mengundang tiga orang petinggi IBM untuk menyaksikan demo Internet dan menunjukkan beberapa situs web seperti Rolling Stones. Dua orang yang hadir tidak bisa menangkap antusiasme Grossman, namun orang ketiga, John Patrick langsung tertular gairah Grossman. Patrick, seorang veteran IBM yang juga pernah menjadi kepala pemasaran untuk produk ThinkPad, langsung merekrut Grossman untuk bekerja di bawahnya. Mulailah perjalanan mereka menjual strategi Internet ke IBM.
Perjalanan tersebut, seperti yang bisa Anda duga, jelas tidak mudah. Namun mereka cukup gigih. Presentasi demi presentasi dilakukan. Mereka juga merekrut para karyawan lainnya yang menunjukkan ketertarikan pada dunia Internet. Bersama-sama mereka membangun situs web dan intranet IBM untuk didemonstrasikan. Ketika Olimpiade Musim Panas 1996 mendekat, mereka merancang situs web Olimpiade. Keberhasilan situs web tersebut yang diikuti oleh keberhasilan situs web yang meliput langsung pertandingan catur antara sang juara dunia Gary Kasparov dengan komputer Deep Blue membuat mata para petinggi IBM lainnya, termasuk Gerstner, terbelalak. Berkat kerja keras Grossman dan Patrick, IBM berhasil menjadi salah satu perusahaan yang berhasil di dunia e-business, sebuah pencapaian luar biasa mengingat kondisi IBM ketika segalanya dimulai dan yang memulai adalah seorang programmer yang ditempatkan di luar markas besar IBM.
***
Sebagai seorang karyawan, Anda mungkin sering terlibat dalam pembicaraan sesama karyawan yang mengeluh kurangnya inovasi dari perusahaan Anda. Mereka (dan mungkin Anda sendiri) berhasil mendaftarkan lusinan ide-ide yang seharusnya direalisasikan. Mengapa para manajer atau eksekutif perusahaan buta dan tuli? Buta karena tidak bisa melihat perlunya inovasi demikian, dan tuli karena tidak bersedia mendengar saran-saran dari bawah. Kadang, para petinggi tersebut mungkin lumpuh juga karena tidak bisa bertindak. Kecacatan-kecacatan mereka tersebut membuat perusahaan Anda semakin ketinggalan di tengah persaingan.
Tetapi sekarang coba Anda bayangkan berada di posisi mereka. Para eksekutif tersebut adalah orang-orang sibuk yang sering harus bekerja lembur setiap hari. Perhatian mereka sudah terpecah-pecah setiap hari. Ketika ada bawahan yang memberikan saran, mereka bisa jadi merasa saran tersebut cukup bagus dan masuk di akal. Tetapi dengan segala tekanan yang mereka dapatkan, apakah mereka masih punya waktu untuk merealisasikan semua ide-ide baru yang mereka terima? Mereka mungkin juga lebih mengejar bonus tahunan yang ditentukan dari pencapaian target-target jangka pendek, dan bukannya dari upaya-upaya inovasi yang bersifat jangka panjang. Tidak, mereka bukanlah orang-orang bodoh atau cacat. Mereka sebenarnya cukup cerdas.
Lalu apa yang harus Anda lakukan sebagai karyawan biasa yang memiliki ide-ide cemerlang, sementara perusahaan Anda tidak memiliki sistem Kotak Saran atau Work-Out seperti GE, atau boss seperti Richard Branson? Mengeluh di tengah rekan-rekan Anda? Silakan. Tetapi bagaimana bila Anda bertindak seperti Grossman?
Bila Anda memilih jalan yang ditempuh Grossman, janganlah datang ke kantor boss Anda hanya dengan ide saja. Lakukan dulu pekerjaan rumah seperti riset pasar dan berikan rekomendasi langkah-langkah yang harus dilakukan perusahaan. Lakukan juga uji coba kecil-kecilan bila perlu. Ambil alih tanggung jawab untuk merealiasikan ide tersebut bila ijin diberikan. Alangkah baiknya juga bila Anda bisa menggalang dukungan dari beberapa orang yang percaya dengan ide Anda tersebut
OK, saya akui, memang lebih mudah bagi Anda untuk mengomel atau bersikap apatis. Toh itu bukan perusahaan Anda. Anda tetap bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Tetapi jangan melihat langkah proaktif dan berinisiatif seperti Grossman ini semata-mata sebagai upaya cari muka atau kurang kerjaan. Lihatlah apa yang dilakukan Grossman sebagai upaya pengembangan dan aktualisasi diri. Perusahaan Anda mungkin menghargai Anda bila ide tersebut diterima. Mungkin juga tidak. Tetapi penghargaan terbesar seharusnya datang dari dalam diri Anda sendiri. Anda telah berhasil membuktikan pada orang-orang lain (dan pada diri Anda sendiri) betapa unik, betapa kreatif, dan betapa berharganya diri Anda.
Maka dari itu, jadilah David Grossman bagi perusahaan Anda. Jadilah David Grossman demi diri Anda sendiri
Betapa unik, betapa kreatif, dan betapa berharganya diri Anda.
Filed under: Change Management, Innovation — itpin @ 8:22 am
Memang mudah bagi kita untuk memuja-muja Lou Gerstner yang berhasil memimpin IBM keluar dari krisisnya di tahun 1990an. Tetapi saya berani bertaruh, jarang ada yang pernah mendengar nama David Grossman dan John Patrick. Ya, mereka tidak sepopuler Gerstner walau bekerja di perusahaan yang sama. Namun tanpa mereka berdua, IBM mungkin tidak akan seperti sekarang juga.
Grossman adalah seorang programmer IBM yang ditempatkan di Cornell University’s Theory Center. Dengan akses ke sebuah supercomputer, Grossman termasuk orang-orang pertama yang berkenalan dengan web browser Mosaic. Setelah melihat Mosaic, Grossman segera melihat potensinya dan bagaimana Internet seharusnya menjadi bagian dari strategi korporat IBM.
Sayangnya kala itu, IBM masih sesosok raksasa tua yang masih buta Internet. Grossman merasa malu dengan fakta tersebut apalagi ketika melihat bagaimana Sun mengambil data-data hasil Olimpiade Musim Dingin Lillehammer (Norwegia) yang disimpan di server milik IBM dan menampilkan data-data tersebut di situs web Sun. Darah Grossman berdesir. Dia melihat Sun akan menggusur IBM. Pada situasi ini, para programmer lain mungkin hanya akan mengomel di tengah-tengah para rekan mereka. Namun untung buat IBM, Grossman bukanlah tipe demikian.
Sepulang dari Olimpiade Musim Dingin, Grossman langsung menuju ke markas besar IBM di Armonk, New York. Dia berhasil mengundang tiga orang petinggi IBM untuk menyaksikan demo Internet dan menunjukkan beberapa situs web seperti Rolling Stones. Dua orang yang hadir tidak bisa menangkap antusiasme Grossman, namun orang ketiga, John Patrick langsung tertular gairah Grossman. Patrick, seorang veteran IBM yang juga pernah menjadi kepala pemasaran untuk produk ThinkPad, langsung merekrut Grossman untuk bekerja di bawahnya. Mulailah perjalanan mereka menjual strategi Internet ke IBM.
Perjalanan tersebut, seperti yang bisa Anda duga, jelas tidak mudah. Namun mereka cukup gigih. Presentasi demi presentasi dilakukan. Mereka juga merekrut para karyawan lainnya yang menunjukkan ketertarikan pada dunia Internet. Bersama-sama mereka membangun situs web dan intranet IBM untuk didemonstrasikan. Ketika Olimpiade Musim Panas 1996 mendekat, mereka merancang situs web Olimpiade. Keberhasilan situs web tersebut yang diikuti oleh keberhasilan situs web yang meliput langsung pertandingan catur antara sang juara dunia Gary Kasparov dengan komputer Deep Blue membuat mata para petinggi IBM lainnya, termasuk Gerstner, terbelalak. Berkat kerja keras Grossman dan Patrick, IBM berhasil menjadi salah satu perusahaan yang berhasil di dunia e-business, sebuah pencapaian luar biasa mengingat kondisi IBM ketika segalanya dimulai dan yang memulai adalah seorang programmer yang ditempatkan di luar markas besar IBM.
***
Sebagai seorang karyawan, Anda mungkin sering terlibat dalam pembicaraan sesama karyawan yang mengeluh kurangnya inovasi dari perusahaan Anda. Mereka (dan mungkin Anda sendiri) berhasil mendaftarkan lusinan ide-ide yang seharusnya direalisasikan. Mengapa para manajer atau eksekutif perusahaan buta dan tuli? Buta karena tidak bisa melihat perlunya inovasi demikian, dan tuli karena tidak bersedia mendengar saran-saran dari bawah. Kadang, para petinggi tersebut mungkin lumpuh juga karena tidak bisa bertindak. Kecacatan-kecacatan mereka tersebut membuat perusahaan Anda semakin ketinggalan di tengah persaingan.
Tetapi sekarang coba Anda bayangkan berada di posisi mereka. Para eksekutif tersebut adalah orang-orang sibuk yang sering harus bekerja lembur setiap hari. Perhatian mereka sudah terpecah-pecah setiap hari. Ketika ada bawahan yang memberikan saran, mereka bisa jadi merasa saran tersebut cukup bagus dan masuk di akal. Tetapi dengan segala tekanan yang mereka dapatkan, apakah mereka masih punya waktu untuk merealisasikan semua ide-ide baru yang mereka terima? Mereka mungkin juga lebih mengejar bonus tahunan yang ditentukan dari pencapaian target-target jangka pendek, dan bukannya dari upaya-upaya inovasi yang bersifat jangka panjang. Tidak, mereka bukanlah orang-orang bodoh atau cacat. Mereka sebenarnya cukup cerdas.
Lalu apa yang harus Anda lakukan sebagai karyawan biasa yang memiliki ide-ide cemerlang, sementara perusahaan Anda tidak memiliki sistem Kotak Saran atau Work-Out seperti GE, atau boss seperti Richard Branson? Mengeluh di tengah rekan-rekan Anda? Silakan. Tetapi bagaimana bila Anda bertindak seperti Grossman?
Bila Anda memilih jalan yang ditempuh Grossman, janganlah datang ke kantor boss Anda hanya dengan ide saja. Lakukan dulu pekerjaan rumah seperti riset pasar dan berikan rekomendasi langkah-langkah yang harus dilakukan perusahaan. Lakukan juga uji coba kecil-kecilan bila perlu. Ambil alih tanggung jawab untuk merealiasikan ide tersebut bila ijin diberikan. Alangkah baiknya juga bila Anda bisa menggalang dukungan dari beberapa orang yang percaya dengan ide Anda tersebut
OK, saya akui, memang lebih mudah bagi Anda untuk mengomel atau bersikap apatis. Toh itu bukan perusahaan Anda. Anda tetap bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Tetapi jangan melihat langkah proaktif dan berinisiatif seperti Grossman ini semata-mata sebagai upaya cari muka atau kurang kerjaan. Lihatlah apa yang dilakukan Grossman sebagai upaya pengembangan dan aktualisasi diri. Perusahaan Anda mungkin menghargai Anda bila ide tersebut diterima. Mungkin juga tidak. Tetapi penghargaan terbesar seharusnya datang dari dalam diri Anda sendiri. Anda telah berhasil membuktikan pada orang-orang lain (dan pada diri Anda sendiri) betapa unik, betapa kreatif, dan betapa berharganya diri Anda.
Maka dari itu, jadilah David Grossman bagi perusahaan Anda. Jadilah David Grossman demi diri Anda sendiri
Discovery Driven Planning !
‘Discovery-driven planning’
Filed under: Entrepreneurship, Innovation, Strategy, Finance — itpin @ 7:48 am
Melalui forum konsultasi di blog ini, saya sering mendapatkan email yang menanyakan cara untuk memulai usaha baru. Untuk menjawab pertanyaan sederhana tersebut sungguh tidak mudah karena untuk memulai sebuah usaha baru banyak yang harus dipertimbangkan, mulai dari minat dan kompetensi pribadi, suasana kompetisi, strategi pemasaran, sampai ke kesiapan mental dan risk profile sang calon wiraswasta. Dan yang tak kalah pentingnya adalah menyusun proyeksi finansial yang sering disebut dengan analisis proforma.
Ketika hendak memulai sebuah usaha atau proyek baru, untuk menghitung proyeksi laba/rugi, cara yang paling umum dipakai adalah menghitung berapa modal awal yang harus ditanamkan. Setelah itu kita akan memperkirakan berapa harga jual, harga pokok penjualan, volume penjualan, dan biaya-biaya rutin bulanan. Dari sana kita akhirnya bisa menentukan berapa kira-kira keuntungan yang bisa diperoleh. Cara tersebut memang sudah umum dipakai, apalagi dengan bantuan aplikasi komputer seperti Microsoft Excel yang sangat memudahkan what-if analysis.
Namun ketika proyeksi seperti di atas bertemu dengan dunia nyata yang semakin tidak pasti, tidak perduli dibuat oleh analis sepintar apapun dan dengan bantuan sistem informasi secanggih apapun, kemungkinan meleset jauh tetap ada. Lihat saja kegagalan Walt Disney Company yang gagal dalam proyek prestisiusnya di Euro Disney, Prancis; atau FedEx yang merugi sekitar $600 juta USD dalam peluncuran produk Zapmail yang akhirnya dihentikan; atau Polaroid yang harus membuang sia-sia uang sebesar USD 200 juta dalam peluncuran produk perekam gambar bergerak instan. Daftar tersebut hanyalah sebagian kecil dari kegagalan demi kegagalan yang menimpa semua jenis perusahaan yang sebenarnya sudah melakukan perencanaan matang dari awal.
Kegagalan metode perencanaan seperti di atas disebabkan karena usaha atau proyek baru memiliki perbedaan besar dengan usaha yang sudah berjalan. Pada usaha yang sudah berjalan di atas relnya, pemakaian metode proyeksi di atas sah-sah saja karena banyak asumsi-asumsi dasar yang sudah diketahui. Perusahaan tinggal melakukan sedikit penyesuaian tahunan, misalnya dengan menyesuaikan tingkat inflasi atau estimasi suku bunga bank. Tetapi untuk usaha baru, banyak asumsi-asumsi yang masih kabur. Karena itu, sebuah metode perencanaan yang berbeda harus dipergunakan. Metode baru ini tentu harus memenuhi persyaratan metode sebelumnya yang memungkinkan perhitungan laba/rugi, tetapi yang lebih penting lagi, metode ini juga harus mendaftarkan semua asumsi-asumsi penting yang dipakai agar asumsi-asumsi tersebut bisa diuji secara berkala untuk mengurangi ketidakpastian.
Berangkat dari kebutuhan seperti itulah, Rita Gunther McGrath dari Columbia Business School dan Ian C. MacMillan dari Wharton Business School memperkenalkan metode perencanaan yang disebut sebagai discovery-driven planning (DDP). Berbeda dengan pemakaian metode perencanaan konvensional yang memulai perhitungan dari modal, pemasukan, dan pengeluaran untuk menghitung laba; perencanaan dengan metode DDP memulai perencanaan dari laba terlebih dahulu. Jadi, pertama-tama kita tentukan dulu laba yang hendak kita peroleh melalui usaha baru ini. Setelah itu barulah kita bergerak mundur dengan menentukan nilai parameter-parameter lain yang harus dipenuhi untuk mencapai laba tersebut.
Sebagai contoh: Anda menginvestasikan Rp. 1 milyar ke sebuah usaha baru. Karena bunga deposito berada di kisaran 15%, Anda menentukan laba tahunan 24% sebagai pengembalian minimal. Berarti, Anda menginginkan laba bersih sebesar Rp. 240 juta/tahun (atau Rp. 20 juta/bulan). Dari sinilah Anda memulai DDP dengan menjawab pertanyaan berikut: Berapa nilai dari parameter-parameter penting (seperti marjin keuntungan, harga jual, dlsb) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan laba bersih Rp. 20 juta/bulan?
Anda misalnya bisa memulai dengan menghitung biaya bulanan seperti gaji karyawan, biaya listrik, biaya sewa kantor, dlsb yang relatif tetap. Katakanlah semua biaya-biaya tersebut sekitar Rp. 10 juta/bulan. Berarti untuk mendapatkan laba bersih Rp. 20 juta/bulan, Anda harus mendapatkan laba kotor Rp. 30 juta/bulan. Setelah melalakukan sedikit survei pasar, Anda tiba pada kesimpulan margin keuntungan yang masuk akal di industri tersebut adalah 15%. Bila harga pokok penjualan diperkirakan sebesar Rp. 10.000/unit, maka Anda akan mendapatkan laba kotor Rp. 1.500/unit. Nah, untuk mendapatkan Rp. 30 juta/bulan, Anda harus menjual 20.000 unit/bulan. Bila setiap pelanggan rata-rata mengambil 1.000 unit/order, maka Anda harus mendapatkan 20 order/bulan.
Dari perhitungan-perhitungan di atas, Anda telah mendapatkan sejumlah asumsi-asumsi yang harus dipenuhi agar usaha tersebut bisa dijalankan, seperti: marjin keuntungan per unit 15%, harga pokok penjualan Rp. 10.000/unit, penjualan minimal 20.000 unit/bulan, rata-rata jumlah pemesanan 1.000 unit, dan jumlah pemesanan 20/bulan. Itulah asumsi-asumsi yang harus Anda daftarkan. Dengan mendaftarkan asumsi-asumsi tersebut, Anda akan lebih mudah mencari informasi-informasi tambahan yang dibutuhkan untuk menguji apakah asumsi-asumsi tersebut memang masuk di akal. Benarkah Anda bisa menjual 20.000 unit/bulan? Apakah benar rata-rata pemesanan 1.000 unit? Lakukanlah riset lebih lanjut atau eksperimen skala kecil untuk memverifikasi beberapa asumsi bersangkutan. Ketika Anda menemukan adanya asumsi yang salah, Anda bisa kembali melakukan perhitungan untuk mencari tahu apakah usaha tersebut memang masih layak untuk diteruskan.
Contoh di atas memang terlalu disederhanakan, namun yang penting adalah mengetahui prinsip yang dipergunakan. Berlawanan dengan metode perencanaan konvensional, DDP memaksa kita untuk “belajar” melalui pengujian asumsi-asumsi yang pada metode perencanaan konvensional selalu dianggap sebagai fakta. Untuk program-program pengembangan usaha atau produk baru yang serba tidak pasti, DDP ini jelas lebih cocok karena telah memasukkan unsur ketidakpastian dan pengujian asumsi-asumsi yang penting ke dalam proses perencanaan. Dengan melakukan DDP secara disiplin, resiko kegagalan bisa dikurangi. Bila setelah berjalan beberapa bulan dan Anda menemukan adanya asumsi dasar yang salah, dan setelah perhitungan ulang dengan data baru yang lebih akurat tersebut menunjukkan Anda tidak mungkin untung, Anda bisa memutuskan berhenti dengan cepat atau merubah secara drastis strategi awal Anda sebelum semua investasi Anda habis.
Selamat mencoba
Minggu, 19 Oktober 2008
Mengenal Jenis-jenis Strategi Pricing
Faktor-faktor lain juga menentukan strategi pricing. Antara lain five forces yaitu pesaing, pemain baru. supplier, produk substitusi dan pelanggan. Positioning juga menentukan strategi pricing Anda. Jika Anda memberi harga barang premium terlalu murah, maka pelanggan tidak akan percaya bahwa Anda memiliki kualitas yang cukup baik. Bwgitu pula jika Anda menetapkan harga terlalu tinggi, maka pelanggan bisa jadi akan beralih ke pesaing. Beberapa jenis strategi pricing adalah sebagai berikut:
Competitive pricing
Menggunakan harga ritel (atau grosir) sebagai acuan harga Anda. Apakah Anda menerapkan harga sedikit di bawah, diatas atau sama dengan competitor, tergantung pada strategi positioning Anda. Anda harus mengumpulkan informasi mengenai harga pesaing dan melekukan observasi dulu sebelumnya.
Cost plus mark up
Kebijakan ini adalah kebalikan dari competitive pricing. Disini Anda tidak melihat ke pasar, melainkan struktur biaya Anda senditi. Tentukan berapa keuntungan yang Anda inginkan dan masukkan ke dalam perhitungan biaya untuk menentukan harga jual. Melalui metode ini, maka akan ada unit margin yang jelas, namun harga bisa jadi tidak sesuai dengan ekspektasi pelanggan sehingga kurang menghasilkan laba.
Loss leader
Loss leader adalah item yang Anda jual dengan harga sama ataupun di bawah biaya dalam rangka menjaring pelanggan, yang juga akan membeli item-item dengan laba besar. Ini adalah teknik jangka pendek yang baik jika Anda memiliki pelanggan yang membeli banyak item secara bersamaan. Contohnya adalah Mie Sedap ketika pertama kali muncul, mereka menggempur Indofood dengan cara ini. Hasilnya, mereka sukses menggerus pangsa pasar Indofood.
Close out
Manfaatkan teknik pricing ini jika Anda memiliki persediaan lebih (excess inventory). Jual persediaan dengan diskon besar untuk menghabiskan persediaan. Kali ini tujuan Anda adalah meminimalisir kerugian, bukannya menghasilkan laba. Contohnya antara lain adalah CLEARANCE SALE atau obral di pertokoan yang sering kita jumpain.
Membership
Metode ini dilakukan dalam rangka segmentasi pelangan. Metode ini menarik pelanggan dari segmen yang menguntungkan dengan memberi mereka harga spesial. Bentuknya bisa berupa harga lebih rendah untuk item tertentu, diskon khusus, maupun hadiah produk gratis. Contohnya banyak, antara lain Vibiznews sendiri, menyediakan berbagai privilege bagi member premium, antara lain diskon khusus dan akses ke berbagai fasilitas.
Bundling & quantity discounts
Salah satu cara memberi reward pada orang yang membeli dalam jumlah besar adalah lewat quantity discount atau bundling. Tetapkan harga per unit lebih rendah ketika pelanggan membeli kuantitas dalam jumlah lebih banyak. Alternatif lainnya, tetapkan harga lebih rendah ketika pelanggan membeli sebundel produk atau beberapa item terkait. Gabungkan persediaan yang berlebih dengan item yang popular untuk menghindari kerugian. Atau gabungkan item popular dengan produk baru untuk menciptakan awareness. Contohnya sering kita jumpai pada ritel, dimana beberapa produk digabungkan menjadi satu bundle dan dilabeli harga khusus.
Versioning
Versioning popular pada produk jasa maupun teknikal, dimana Anda menjual produk yang sama dalam konfigurasi yang berbeda. Versi trial ataupun dasar mungkin diberikan dalam harga rendah atau gratis, dengan upgrade atau layanan tambahan dalam harga lebih tinggi. Contohnya banyak pada produk-produk software. Trial umumnya dapat diperoleh gratis lewat internet. Namun, untuk upgrade, kita harus membeyar sejumlah tertentu
Mana strategi pricing yang peling tepat bagi Anda? Pertimbangkan dengan baik dan putuskan dengan seksama.
Menambahkan Blog Pada Artikel Strategi Marketing Anda
4 Tips menarik dalam mengintegrasikan strategi pemasaran :
1) Letakanlah blog anda secara langsung pada situs utama anda. Letakanlah satu kata kunci dari bisnis anda pada judul blog. Membuat url bagi blog anda dengan menggunakan nama blog tersebut.
2) Sambungkanlah artikel anda dengan blog anda, meskipun berada pada situs yang sama. Janganlah mempublikasikan artikel anda secara langsung pada blog, Tulislah sedikit komentar mengenai artikel, mengapa anda menuliskan hal tersebut, apa yang menginspirasikan dan untuk siapa hal tersebut.
3) Sambungkanlah dan sebutkanlah siapa yang mempublikasikan arikel tersebut. Bukanlah arahan artikel tetapi lebih kepada websites atau koran atau mungkin blog lain yang mempublikasikan anda. Biasanya jika mereka membangun hubungan yang baik.
4) Diskusikanlah respon terhadap artikel anda, apakah merupakan post blog yang baik atau buruk. Tunjukanlah dampak dari artikel yang anda miliki terhadap pembaca.
Ada beberapa opini mengenai blog post:
• Blog post, secara aturan, harus lebih pendek dibandingkan dengan artikel dan menyediakan informasi yang singkat bisanya di tekankan dengan link.
• Blog post sangat baik bagi kecepatan, dari reaksi dan opini terhadap berita yang mempengaruhi industri anda
• Blog post lebih informal dan mungkin menunjukan personality anda
• Anda dapat menuliskan beberapa komentar pada blog post
• Blog post membuat anda mengerti keinginan para pembaca. Artikel adalah landasan keahlian anda.
• Blog post menunjukan keterlibatan pada industri
Singkatnya, blog sangat baik bagi berita, komentar dan analisis yang singkat dimana artikel lebih baik bagi pengembangan kemampuan anda. Hal ini bukanlah aturan yang tepat dan harus diikuti oleh aturan umum, biasanya dengan seseorang yang ingin membedakan kemampuan blog dari kemampuan artikel marketing.
Dual blog/article strategi adalah yang terbaik. Hal ini akan mengizinkan para pemasar untuk memposisikan diri mereka pada industri melalui menulis artikel dengan baik dan mengikuti perkembangan pelanggan. Selamat memulai memasarkan produk-produk anda.
Membangun Channel (3)
Setelah memahami peta persaingan dalam industry channel, maka langkah kedua adalah membangun dan mengatur value chain. Setidaknya terdapat enam langkah dalam membangun dan mengatur channel value chain:
•Memulai dari perspektif end-user, dimana Anda harus memahami dengan baik profil user Anda, serta keinginan, kebutuhan dan perilaku pembelian mereka
Misalnya pada kasus AIG, usernya adalah masyarakat menengah ke bawah.
•Memprioritaskan dan mengsegmentasikan sesuai permintaan yang dibutuhkan chain
Setelah Anda memahami mengenai demand-chain, maka saatnya untuk melakukan segmentasi terhadap kebutuhan dari demand chain. Kemudian Anda juga melakukan prioritas dari kebutuhan tersebut.
• Mengukur kapabilitas channel dalam melayani kebutuhan tersebut
Selanjutnya Anda mengukur kemampuan channel, baik kekuatan maupun kelemahan. Sehingga Anda bisa memahami gap yang terjadi serta bisa melihat ada celah untuk perbaikan.
• Menjadikan pesaing sebagai benchmark
Lakukan identifikasi pelanggan serta apa yang saat ini ditawarkan oleh channel kompetitor. Hal yang terpenting adalah mempelajari apa yang sedang dilakukan oleh pesaing terkuat Anda dan mengidentifikasi channel yang mungkin bakalan bersaing langsung.
Pesaing bisa saja pesaing langsung maupun tidak. Yang jelas fungsinya sama, yaitu menyalurkan bahan baku, supply produksi maupun komponen penting lainnya.
• Mengevaluasi kapabilitas baru yang memenuhi kebutuhan pelanggan
Setelah melekukan tahap 1 hingga 4, yang merupakan data mengenai pelanggan dan posisi relatif terhadap pesaing, kemudian Anda dapat memeproleh peluang baru di pasar. Setelah memahamu peluang baru tersebut, maka Anda dapat mengevaluasi kapabilitas baru yang perlu dikembangkan perusahaan. Kemudian selanjutnya tanggung jawab steward untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut.
• Mengevaluasi opsi channel dan memilih yang terbaik
Setelah mengevaluasi steward yang mempunyai kapabilitas baru, sekarant bagaimana menentukan steward yang terbaik? Jawabannya berdasarkan efektivitas versus trade off dari berbagai alternatif, serta proyeksi dalam jangka panjang.
Value chain yang efektif akan memenangkan pelanggan dan pendapatan lebih banyak dan memberikan return yang lebih tinggi kepada channel steward.